FREQUENTLY ASKED QUESTIONS (FAQ)


No Pertanyaan Jawaban
1 Berapa minimal volume angkutan yang disyaratkan untuk bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) ? Syarat minimal volume angkutan barang untuk bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) diataur sebagai berikut :
  1. Minimal 10 ton sekali jalan untuk angkutan retail (angkutan paket / angkutan kiriman hantaran)
  2. Minimal 800 ton sekali jalan untuk angkutan corporate (angkutan hasil tambang, angkutan CPO, angkutan semen, angkutan pupuk dan lain – lain)
  3. Adanya kepastian volume angkutan yang berkelanjutan selama minimal 1 tahun
  4. Kerjasama angkutan dituangkan dalam Perjanjian Angkutan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
2 Apakah tarif angkutan barang kereta api sudah termasuk biaya bongkar muat dan atau biaya – biaya lainnya?
  1. Tarif angkutan Kereta Api hanya biaya angkutan dari Stasiun Awal ke Stasiun Tujuan dan ditambahkan PPN 10%
  2. Biaya Bongkar Muat dan atau biaya – biaya lainnya akan diperhitungkan diluar tarif angkutan
3 Berapa besar tarif angkutan barang menggunakan Kereta Api? Tarif angkutan berbeda – beda dikarenakan perhitungan besaran tarif angkutan dihitung berdasarkan jarak relasi angkutan, jenis komoditi yang diangkut dan volume yang diangkut (sesuai ketentuan yang berlaku)
4 Angkutan jenis apa saja yang dapat diangkut oleh Kereta Api? Secara prinsip semua jenis angkutan dapat diangkut menggunakan Kereta Api selama jenis angkutan tersebut bukan barang yang dilarang berdasarkan ketentuan yang berlaku
5 Jalur Kereta Api apakah ada di seluruh Indonesia? Untuk Saat Ini jalur Kereta Api tersedia di :
  1. Pulau Jawa
  2. Sumatera Selatan
  3. Sumatera Barat
  4. Sumatera Utara
6 Apa saja model Gerbong yang disediakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) ? Jenis model yang disediakan PT Kereta Api Indonesia (Persero):
  1. Kereta Bagasi dengan kapasitas isi maksimal 20 ton
  2. Gerbong Datar dengan kapasitas isi maksimal 42 ton atau 54 ton untuk angkutan Peti Kemas
  3. Untuk kebutuhan jenis gerbong lain dibutuhkan investasi dari pemilik angkutan
7 Apa saja keunggulan angkutan barang menggunakan kereta api?
  1. Daya angkut besar
    Relasi Jakarta ke Surabaya dapat mengangkut 1.620 ton per perjalanan
  2. Cepat dan bebas kemacetan
    Relasi Jakarta ke Surabaya dapat ditempuh dalam waktu 14 jam
  3. Aman dan Safety
    Pengawasan dan pengawalan selama dalam perjalanan dengan tempat perhentian tertentu. Standar teknis untuk pemuatan dilakukan oleh Tim Safety dan Teknis
  4. Bebas pungutan liar
    Tidak ada tambahan biaya lainnya diluar ketentuan yang berlaku
  5. Fasilitas pendukung yang memedai
    PT Kereta Api Indonesia (Persero) memeiliki wilayah / kawasan yang strategis guna mendukung proses bisnis angkutan barang menggunakan Kereta Api
8 Apakah bisa mengirimkan barang menggunakan Kereta Api dengan jumlah volume kecil (dibawah 1 ton) dan tidak berkelanjutan secara tetap?
  1. Untuk angkutan dengan volume kecil dan tidak berkelanjutan secara tetap dapat dikerjasamakan dengan PT Kereta Api Logistik sebagai salah satu anak perusahaan atau perusahaan yang bermitra dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sesuai dengan kesepakatan dan ketentuan yang berlaku
  2. Pelayanan angkutan barang dari PT Kereta Api Logistik atau perusahaan yang bermitra dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) :
    • Door to door service
    • Fasilitas dan pelayanan Bongkar Muat di Stasiun keberangkatan dan atau Stasiun tujuan
9 Apakah angkutan barang terjamin full coverage atau berasuransi apabila terjadi kerusakan barang dalam perjalanan angkutan?
  1. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggunakan pihak asuransi untuk melindungi barang yang diangkut bila terjadi kerusakan didalam perjalanan angkutan
  2. Kerusakan barang yang dijamin oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) adalah barang muatan yang mengalami kerusakan dalam perjalanan menggunakan Kereta Api dikarenakan kejadian tersebut terjadi karena kesalahan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan nilai pertanggungan sebesar yang ditanggung oleh pihak asuransi
  3. Apabila pihak pengangkut mengiginkan adanya perlindungan asuransi berjenis full coverage, maka pihak pengangkut dapat berkerjasama langsung dengan pihak asuransi untuk penambahan fasilitas asuransi yang diinginkan